{"id":902,"date":"2026-05-25T02:25:58","date_gmt":"2026-05-25T02:25:58","guid":{"rendered":"https:\/\/affagyrestojakarta.id\/writings\/?p=902"},"modified":"2026-05-25T02:25:58","modified_gmt":"2026-05-25T02:25:58","slug":"resep-pempek-palembang-ikan-tenggiri-rahasia-kelezatan-kuliner-khas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/affagyrestojakarta.id\/writings\/resep-pempek-palembang-ikan-tenggiri-rahasia-kelezatan-kuliner-khas\/","title":{"rendered":"Resep Pempek Palembang Ikan Tenggiri: Rahasia Kelezatan Kuliner Khas"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Pempek Palembang Ikan Tenggiri: Rahasia Kelezatan Kuliner Khas<\/h1>\n<p>Pempek Palembang adalah salah satu kuliner khas Indonesia yang telah memikat banyak hati pecinta makanan di tanah air. Berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, pempek terbuat dari ikan dan tepung tapioka, kemudian disajikan dengan kuah cuka yang khas. Bagi Anda yang ingin mencoba membuat pempek sendiri di rumah, artikel ini akan membahas resep pempek Palembang ikan tenggiri, lengkap dengan rahasia kelezatan yang membuatnya begitu istimewa.<\/p>\n<h2>Sejarah Singkat Pempek Palembang<\/h2>\n<p>Pempek dipercaya telah ada sejak abad ke-16. Legenda mengatakan bahwa nama &#8220;pempek&#8221; berasal dari kata &#8220;apek,&#8221; sebuah sebutan untuk para penjual makanan Tionghoa di masa lalu. Seiring waktu, pempek menjadi bagian integral dari budaya kuliner Palembang dan menyebar ke seluruh Nusantara.<\/p>\n<h2>Bahan Utama<\/h2>\n<p>Untuk membuat pempek Palembang ikan tenggiri, berikut adalah bahan-bahan yang Anda butuhkan:<\/p>\n<h3>Bahan Pempek<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>500 gram daging ikan tenggiri<\/strong>yang telah dihaluskan<\/li>\n<li><strong>300 ml air es<\/strong><\/li>\n<li><strong>1 sendok makan garam<\/strong><\/li>\n<li><strong>1 sendok teh gula pasir<\/strong><\/li>\n<li><strong>500 gram tepung tapioka<\/strong><\/li>\n<li><strong>2 butir telur ayam<\/strong> untuk adonan lenjer atau kapal selam<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Saus Cuka<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>500 ml air<\/strong><\/li>\n<li><strong>250 gram gula merah<\/strong>serut halus<\/li>\n<li><strong>50 gram asam jawa<\/strong><\/li>\n<li><strong>5 siung bawang putih<\/strong>haluskan<\/li>\n<li><strong>15 buah cabe rawit<\/strong>haluskan<\/li>\n<li><strong>2 sendok makan ebi<\/strong>yang telah disangrai dan dihaluskan<\/li>\n<li><strong>1 sendok teh garam<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h3>Pelengkap<\/h3>\n<ul>\n<li>Mie kuning<\/li>\n<li>Irisan mentimun<\/li>\n<li>Bubuk ebi<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara Membuat Pempek Palembang Ikan Tenggiri<\/h2>\n<p>Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat pempek Palembang yang autentik:<\/p>\n<h3>1. Membuat Adonan Pempek<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Campur daging makarel<\/strong> yang sudah dihaluskan dengan air es, aduk rata menggunakan tangan atau spatula.<\/li>\n<li>Memasuki <strong>garam dan gula<\/strong>aduk hingga benar-benar tercampur.<\/li>\n<li>Tambahkan <strong>tepung tapioka<\/strong> sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga adonan kalis.<\/li>\n<li>Bentuk adonan sesuai selera, seperti lenjer, kapal selam, atau adaan.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>2. Merebus Pempek<\/h3>\n<ol>\n<li>Didihkan air dalam panci besar dengan sedikit minyak agar pempek tidak lengket.<\/li>\n<li>Masukkan adonan pempek yang telah dibentuk ke dalam air mendidih.<\/li>\n<li>Biarkan hingga pempek mengapung, itu tandanya telah matang dan siap diangkat.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>3. Membuat Kuah Cuko<\/h3>\n<ol>\n<li>Rebus air bersama gula merah dan asam jawa hingga larut dan mendidih.<\/li>\n<li>Masukkan bawang putih, cabe rawit, ebi, dan garam.<\/li>\n<li>Masak hingga kuah mengental, angkat dan saring.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>4. Penyajian Pempek<\/h3>\n<ol>\n<li>Potong pempek sesuai selera, lalu goreng hingga kecokelatan.<\/li>\n<li>Sajikan dengan kuah cuko, mie kuning, irisan mentimun, dan bubuk ebi di atasnya.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Rahasia Kelezatan Pempek<\/h2>\n<h3>1. Pemilihan Ikan<\/h3>\n<p>Pilih ikan tenggiri yang segar untuk mendapatkan rasa dan tekstur terbaik. Ikan yang segar juga dapat mengurangi bau amis pada pempek.<\/p>\n<h3>2. Air Es dalam Adonan<\/h3>\n<p>Penggunaan air es penting untuk menjaga tekstur adonan tetap kenyal dan mudah dibentuk.<\/p>\n<h3>3. Kesegaran Kuah Cuko<\/h3>\n<p>Selalu gunakan bahan-bahan segar untuk kuah cuko, terutama bawang dan cabai, agar rasa lebih tajam dan menggugah selera.<\/p>\n<h3>4. Gorengan yang Tepat<\/h3>\n<p>Menggoreng pempek sebelum disajikan akan memberikan tekstur luar yang renyah dan kontras dengan bagian dalam yang lebih lembut.<\/p>\n<p>Dengan memahami cara membuat dan rahasia di balik kelezatan pempek Palembang ikan tenggiri, Anda dapat menghadirkan hidangan autentik Palembang yang lezat di rumah. Selamat mencoba!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Pempek Palembang Ikan Tenggiri: Rahasia Kelezatan Kuliner Khas Pempek Palembang adalah salah satu kuliner khas Indonesia yang telah memikat banyak hati pecinta makanan di tanah air. Berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, pempek terbuat dari ikan dan tepung tapioka, kemudian disajikan dengan kuah cuka yang khas. Bagi Anda yang ingin mencoba membuat pempek sendiri di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[224],"class_list":["post-902","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-pempek-palembang-ikan-tenggiri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/affagyrestojakarta.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/affagyrestojakarta.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/affagyrestojakarta.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affagyrestojakarta.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/affagyrestojakarta.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=902"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/affagyrestojakarta.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/902\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":904,"href":"https:\/\/affagyrestojakarta.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/902\/revisions\/904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/affagyrestojakarta.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/affagyrestojakarta.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/affagyrestojakarta.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}